Night netter! Dulu, waktu aku masih jadi pengurus mading, aku dapet tugas buat artikel yang bertemakan "Perpustakaan sebagai Jembatan untuk Mewujudkan Budaya Baca". Yawla panjang banget ya. Tapi artikelnya nggak lolos seleksi, daripada mubazir (emang makanan) udah capek-capek mikir, aku post deh di blog ini. Happy reading yak!
Ideologi yang Keliru
Aloha teman-teman! Pastinya udah nggak asing lagi kan dengan nama
PERPUSTAKAAN? Yap! Anak TK aja tau. Ngomong-ngomong nih kalo denger nama perpus
apa yang terlintas di pikiran kalian? Apakah para anak cupu yang mayoritas berkepribadian
introvert sebagai penghuni setia perpus? Atau kalangan murid-murid berotak
kelas atas yang selalu rajin mengunjungi perpus untuk persiapan lomba? Atau
jangan-jangan murid yang rajin ke perpus tapi cuma duduk dan ngegosip aja?
Dari kebanyakan survei, memang hal
tersebut nyata terjadi. Bahkan ada yang ke perpus hanya menggunakan komputer
sebagai fasilitas perpus untuk ber-youtube ria, bukannya untuk mencari
informasi yang tidak ada di buku. Ada juga perpus yang sama sekali tidak ada pengunjungnya!
Itu sangat mengenaskan.
Sebagian besar murid akan berkata kalo
perpus itu boring dan nyebelin. Perpus itu tempatnya orang kuper alias kurang
pergaulan dan tempatnya murid-murid yang sering di-bully untuk bersembunyi. Ada
juga yang berkata, “ngapain ke perpus? Ah, nggak gaul!” ya, kira-kira seperti
itu. Dan masih banyak lagi murid yang seolah-olah mencaci maki perpus. Padahal
perpus itu kan gudangnya ilmu untuk meraih kesuksesan. Kok malah di caci maki
sih?
Jika teman-teman berpikiran seperti
itu, SALAH NOL BESAR! Nyatanya, perpustakaan adalah tempat untuk mencari dan
menggali ilmu pengetahuan agar wawasan kita luas. Anonim berkata, “Dengan
membaca kita dapat menggenggam dunia”. Menggenggam dunia dalam artian di sini
adalah kita dapat mengetahui seluruh isi dunia. Wuih! Keren nggak tuh? That’s
amazing right?
MEMBACA, kalo nggak punya banyak buku
terus kita mau baca apa? Mungkin pikiran teman-teman akan seperti itu. Nah,
inilah fungsi perpus yang menyediakan banyak buku agar kita dapat membaca banyak
buku. Di perpus kita tinggal milih buku yang kita sukai, ambil dan baca. Gratis
pula, kan nggak usah beli. Membaca pun tidak harus dalam bentuk buku. Di perpus
juga menyediakan koran yang justru mencakup lebih banyak wawasan. Misalnya
bidang politik, edukasi, olahraga, gaya hidup, fashion, horoskop semuanya ada.
Koran juga membuat kita update karena terbitnya setiap hari.
Memang faktanya, banyak membaca selain
melelahkan juga membosankan. Ditambah dengan sifat manusia yang selalu malas.
Tetapi sebagai pelajar bukankah sudah menjadi kewajiban kita kalau membaca itu
harus? Membacalah minimal 1 buku dalam seminggu. Membaca buku referensi
pastinya. Kalo buku pelajaran harus setiap hari ya. Baca juga buku-buku novel misalnya,
atau komik sebagai hiburan agar otak kita seimbang. Karena peneliti mengatakan
jika kita sering membaca ingatan kita juga menjadi lebih baik. Kan keren kalo
temen kita nanya apa aja kita bisa jawab dengan tepat dan benar.
Makanya itu teman-teman, please
hilangin ideologi yang menganggap bahwa perpustakaan tempatnya orang cupu,
kuper, ataupun introvert, okay? Jadikan perpustakaan itu sebagai jembatan untuk
mewujudkan budaya membaca. Coba bayangkan kalo kita anak se-Indonesia sebagai
generasi penerus mewujudkan budaya baca. Indonesia Emas 2045 bakal terwujud
juga, guys. Nggak mau kan aset negara kita lainnya di-klaim kembali dengan
negara asing? Itu sangat kejam.
Ayo kawan, yang masih males,
aras-arasan, come on. Sadarlah! Kalahkan dirimu sendiri dari malas. Kalahkan
dirimu sendiri yang terus beranggapan perpustakaan membosankan. Orang Jepang
aja walaupun sibuk tetap dapat menyempatkan membaca. Sehingga, lihat negaranya
jadi maju kan? Orang Inggris pun juga begitu. Kita orang Indonesia yang jumlah
penduduknya lebih banyak harus mewujudkan budaya baca. Pasti negara kita akan
lebih maju dari negara lain. Be sure!
Well, mulai sekarang coba datangi
perpus di sekolah kalian. Pilih buku yang menarik bagi kalian, dan mulai membaca. Kalo nggak ada yang bagus?
Pasti ada. Carilah, namanya juga perpus, kalo nggak komplit bukan perpus
namanya. Come on guys, rajinlah ke perpus dan budayakan membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar