!-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 04 November 2015

Ideologi yang Keliru

Night netter! Dulu, waktu aku masih jadi pengurus mading, aku dapet tugas buat artikel yang bertemakan "Perpustakaan sebagai Jembatan untuk Mewujudkan Budaya Baca". Yawla panjang banget ya. Tapi artikelnya nggak lolos seleksi, daripada mubazir (emang makanan) udah capek-capek mikir, aku post deh di blog ini. Happy reading yak!

Ideologi yang Keliru
         Aloha teman-teman! Pastinya udah nggak asing lagi kan dengan nama PERPUSTAKAAN? Yap! Anak TK aja tau. Ngomong-ngomong nih kalo denger nama perpus apa yang terlintas di pikiran kalian? Apakah para anak cupu yang mayoritas berkepribadian introvert sebagai penghuni setia perpus? Atau kalangan murid-murid berotak kelas atas yang selalu rajin mengunjungi perpus untuk persiapan lomba? Atau jangan-jangan murid yang rajin ke perpus tapi cuma duduk dan ngegosip aja?
         Dari kebanyakan survei, memang hal tersebut nyata terjadi. Bahkan ada yang ke perpus hanya menggunakan komputer sebagai fasilitas perpus untuk ber-youtube ria, bukannya untuk mencari informasi yang tidak ada di buku. Ada juga perpus yang sama sekali tidak ada pengunjungnya! Itu sangat mengenaskan.
         Sebagian besar murid akan berkata kalo perpus itu boring dan nyebelin. Perpus itu tempatnya orang kuper alias kurang pergaulan dan tempatnya murid-murid yang sering di-bully untuk bersembunyi. Ada juga yang berkata, “ngapain ke perpus? Ah, nggak gaul!” ya, kira-kira seperti itu. Dan masih banyak lagi murid yang seolah-olah mencaci maki perpus. Padahal perpus itu kan gudangnya ilmu untuk meraih kesuksesan. Kok malah di caci maki sih?
         Jika teman-teman berpikiran seperti itu, SALAH NOL BESAR! Nyatanya, perpustakaan adalah tempat untuk mencari dan menggali ilmu pengetahuan agar wawasan kita luas. Anonim berkata, “Dengan membaca kita dapat menggenggam dunia”. Menggenggam dunia dalam artian di sini adalah kita dapat mengetahui seluruh isi dunia. Wuih! Keren nggak tuh? That’s amazing right?
          MEMBACA, kalo nggak punya banyak buku terus kita mau baca apa? Mungkin pikiran teman-teman akan seperti itu. Nah, inilah fungsi perpus yang menyediakan banyak buku agar kita dapat membaca banyak buku. Di perpus kita tinggal milih buku yang kita sukai, ambil dan baca. Gratis pula, kan nggak usah beli. Membaca pun tidak harus dalam bentuk buku. Di perpus juga menyediakan koran yang justru mencakup lebih banyak wawasan. Misalnya bidang politik, edukasi, olahraga, gaya hidup, fashion, horoskop semuanya ada. Koran juga membuat kita update karena terbitnya setiap hari.
         Memang faktanya, banyak membaca selain melelahkan juga membosankan. Ditambah dengan sifat manusia yang selalu malas. Tetapi sebagai pelajar bukankah sudah menjadi kewajiban kita kalau membaca itu harus? Membacalah minimal 1 buku dalam seminggu. Membaca buku referensi pastinya. Kalo buku pelajaran harus setiap hari ya. Baca juga buku-buku novel misalnya, atau komik sebagai hiburan agar otak kita seimbang. Karena peneliti mengatakan jika kita sering membaca ingatan kita juga menjadi lebih baik. Kan keren kalo temen kita nanya apa aja kita bisa jawab dengan tepat dan benar.
         Makanya itu teman-teman, please hilangin ideologi yang menganggap bahwa perpustakaan tempatnya orang cupu, kuper, ataupun introvert, okay? Jadikan perpustakaan itu sebagai jembatan untuk mewujudkan budaya membaca. Coba bayangkan kalo kita anak se-Indonesia sebagai generasi penerus mewujudkan budaya baca. Indonesia Emas 2045 bakal terwujud juga, guys. Nggak mau kan aset negara kita lainnya di-klaim kembali dengan negara asing? Itu sangat kejam.
         Ayo kawan, yang masih males, aras-arasan, come on. Sadarlah! Kalahkan dirimu sendiri dari malas. Kalahkan dirimu sendiri yang terus beranggapan perpustakaan membosankan. Orang Jepang aja walaupun sibuk tetap dapat menyempatkan membaca. Sehingga, lihat negaranya jadi maju kan? Orang Inggris pun juga begitu. Kita orang Indonesia yang jumlah penduduknya lebih banyak harus mewujudkan budaya baca. Pasti negara kita akan lebih maju dari negara lain. Be sure!

         Well, mulai sekarang coba datangi perpus di sekolah kalian. Pilih buku yang menarik bagi kalian, dan  mulai membaca. Kalo nggak ada yang bagus? Pasti ada. Carilah, namanya juga perpus, kalo nggak komplit bukan perpus namanya. Come on guys, rajinlah ke perpus dan budayakan membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar